[Masukkan kode Shoutmix/Cbox teman-teman di sini]
Selengkapnya di: Anggasona | Tutorial Blog | Tips SEO | Hotnews: Cara Membuat Buku Tamu Tersembunyi Untuk Shoutmix dan Cbox di Blog http://anggasona-anotherbestblog.blogspot.com/2010/07/cara-membuat-buku-tamu-tersembunyi.html#ixzz3Bg7zhTuu

Untaian Hikmah

Jika kau lihat jiwamu bermalas - malasan terhadap ketaatan. Khawatirilah, jangan - jangan Allah tak lagi menyukai ketaatanmu. (Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)

Gaza Under Attack

Pray For Gaza | Free Palestine

Selasa, 22 November 2016

ALHIKMAH RADIO

Rabu, 09 Maret 2016

Gerhana Matahari Total (GMT) di Sambut Antusias



Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) menjadi perbincangan khalayak ramai. Gerhana yang sangat jarang dijumpai ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia dari sabang sampai merauke. Bukan hanya karena langkanya GMT. Namun, karena Indonesia adalah negara yang di lewati oleh GMT sehingga dapat disaksikan langsung dari bumi dengan bantuan alat.

Respon masyarakat pun beragam diberbagai tempat, mulai dari upacara adat, pengamatan teleskop, dan sholat gerhana dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Seperti halnya di beberapa masjid di Jakarta, turut menyelenggarakan sholat gerhana berjamaah. Salah satunya adalah Masjid Alhikmah. Ratusan orang memadati Masjid Alhikmah yang bertempat di Jalan Bangka 2, Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Rabu (9/3/2016)

Sholat yang dilaksanakan pukul 6.30 pagi ini, disambut antusias oleh masyarakat, para jama'ah sholat gerhana mulai berdatangan sejak pukul 05.56 pagi. Usia para jama'ah yang hadir pun beragam, mulai anak - anak hingga dewasa, bahkan terlihat ada lansia yang juga turut mengikuti sholat berjama'ah sholat gerhana ini.

Sholat yang berdurasi kurang lebih 1 jam ini, di pimpin oleh Imam muda, Ustadz Muhammad Rizki Alhafidz dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Arif Ma'ruf, Lc.

Dalam khutbahnya, Ustadz Arif menyampaikan sebuah hadits tentang anjuran untuk berdzikir ketika gerhana terjadi.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda, ”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.” Ujarnya.

Beliau juga mengingatkan, Rosulullah adalah orang yang takut akan hal ini, karena khawatir akan terjadi kiamat. sehingga karena ketakutan itu Rosulullah mengerjakan sholat.

''Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.” Tutur belieu mengingatkan para jamaah.

Minggu, 20 Desember 2015

Memperingati Hari Bahasa Arab se Dunia, Mahasiswa Gelar Pawai Bersama Masyarakat

Peringatan Hari Bahasa Arab se- Dunia, Minggu (20/12)

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Studi Arab Se Indonesia (IMASASI) menggelar acara peringatan Hari Bahasa Arab Se-Dunia pada tanggal 18 Desember 2015 bersama segmen entegral dari elemen lembaga kemahasiswaan studi arab dalam Car Free Day di bundaran HI, Minggu (20/12).
 
Acara yang bertemakan "Bahasa Arab Membumi ditanah Airku" ini dimulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB. Event tahunan ini diawali long march dengan titik awal halte Bank Indonesia sampai Bundaran HI.

Dalam wawancaranya dengan crew AR, Futuhi selaku ketua IMASASI menyampaikan kepada  masyarakat untuk mencintai bahasa Arab.

"Karna kita sebagai umat muslim yang terbanyak di Indonesia, mari kita cintai bahasa Arab jangan sampai kita mendiskrimasikan bahasa arab dengan bahasa lain" ungkapnya

IMASASI juga menampilkan aksi teatrikal tentang perjuangan rakyat palestina dan bencana nasional kabut asap di Riau. Aksi tersebut sebagai simbol rasa simpati terhadap konflik yang terjadi di Palestina dan permasalahan asap di Riau.

Aksi ini diikuti oleh masyarakat dan puluhan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai kampus anggota IMASASI seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negri Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Islam Jakarta dan beberapa lembaga pendidikan tinggi lain seperti Sekolah Tinggi Ilmu Usuluddin Al Hikmah, Ma'had Aly An Nuaimy dan PTDIO muhammad Natsir. 

Tidak hanya itu, Peringatan Hari Bahasa Arab ini juga dimeriahkan dengan musik akustik, lomba photobooth, tandatangan petisi, juga stand souvenir.

Acara ditutup pukul 10.30 dengan kembali melakukan aksi pawai disekitar bundaran HI. Zahra, peserta aksi ini mengungkapkan IMASASI sebagai organisasi ekstra kampus yang consern terhadap bahasa arab akan selalu memperingati hari bahasa Arab se dunia setiap tahunnya.
"IMASASI akan selalu mengadakan peringatan ini (hari bahasa Arab-red) setiap tahun" pungkasnya. 
 (Hanny, Hasna)

Minggu, 13 Desember 2015

Raker Alhikmah Radio 2015, Pertemukan Tren dan Idealisme


JAKARTA - Alhikmah Radio (AR) menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2015 di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID DI) Al-Hikmah Jakarta. Raker yang dilaksanakan Ahad, (13/12) pukul 09.30 sampai dengan 14.00 WIB ini dihadiri oleh 16 kru AR dari beragam divisi.
Gilang selaku pimpinan AR menyatakan, Raker ini perlu dilakukan untuk mengimbangi perkembangan tren yang ada di masyarakat. "Sebagai media penyiaran sosial dakwah, AR perlu menyesuaikan dengan tren yang ada", ungkap pria yang juga ketua KAMMI Komisariat Mabda' 2015-2016 ini.
Dengan demikian, Ia berharap AR dapat diterima di semua kalangan, memudahkan bagi yang ingin memperdalam pemahaman islam, serta bisa mengenalkan Alqur'an dengan lebih luas di masyarakat sebagaimana tagline yang diusung. "Kita ingin membantu pendengar memahami persoalan syariah", tuturnya.
Menurutnya, semua media di bidang yang sama semestinya menyesuaikan dengan tren. "Karena jika tidak begitu, saya rasa sulit untuk diterima di khalayak umum, tapi tentu tidak menafikan idealisme AR sebagai radio Islam", pungkasnya. (Sari Azmita)

Sabtu, 01 Agustus 2015

Nurin Oktaviani : Saya ingin membuat STID - DI Al Hikmah bangga

Jakarta, 01 Augustus 2015

Pagelaran MTQMN XIV 2015 telah resmi dibuka. 168 perguruan tinggi negeri dan swasta siap untuk bersaing dan ikut andil dalam menyemarakan perlombaan tingkat nasional ini. Nurin Oktaviani, salah satu peserta dari perguruan tinggi swasta di jakarta  mengungkapkan bahwa dirinya ingin sekali memberikan yang terbaik dan membuat kampus tercintanya bangga.

" Iya, saya sih berharap semoga bisa juara pertama, pengen banget bisa memberikan yang terbaik pada kampus. Karna saya bisa di tempat musabaqah ini  juga karna dari mereka semua, para dosen dan pimpinan kampus. Jadi ya pengen aja membanggakan kampus, juga orang - orang yang saya cintai pastinya" , Ujar mahasiswi STID DI Alhikmah ini sambil tersenyum bahagia.

Ketika di temui oleh AR Crew di Asrama putri, Muslimah kelahiran Bima, NTB ini berjanji akan mempersembahkan yang terbaik karena telah dipercaya untuk mewakili almamaternya dalam musabaqah kali ini.

Walaupun akan bersaing dengan seribu peserta yang hadir di acara MTQMN XIV, Nurin tetap merasa nyaman dan santai, karena baginya yang terpenting adalah tetap berusaha.

"Di bawa santai aja, yang terpenting tetap berusaha". Ungkapnya seusai sholat dzuhur ketika ditanya oleh Crew AR tentang perasaannya menghadapi musabaqah ini.

Mahasiswi semester akhir ini juga berharap  STID Al hikmah bisa mengikutsertakan mahasiswa lebih banyak lagi di  MTQMN berikutnya yang di adakan setiap dua tahun sekali. Menurutnya ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk diikuti.

"Kedepannya semoga STID DI Al Hikmah bisa mengirimkan lebih banyak lagi mahasiswanya karena sayang aja kalo kesempatan bagus ini gak di ambil, karna tidak hanya untuk menguji kemampuan aja, tapi juga bisa menambah semangat kita juga untuk lebih dekat lagi dengan AlQuran" pungkasnya.  (Hanny)

Dihadiri Ribuan Mahasiswa Se Indonesia, MTQMN XIV Resmi Dibuka

Pembukaan MTQMN XIV UI 2015, Sabtu (1/8) malam.
 Sabtu (1/8), Tabligh Akbar  MTQMN (Musabaqah Tilawah Qur'an Mahasiswa Nasional)  XIV resmi dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. selaku Rektor UI di Gedung Balairung UI, Depok.

Sebanyak 1.863 mahasiswa dari 167 perguruan tinggi di Indonesia ikut berpartisipasi dalam pembukaan MTQMN XIV. Tiap perwakilan dari perguruan tinggi se Indonesia menaiki panggung utama, untuk mengawali rangkaian acara MTQMN XIV yang akan berlangsung pada 1 - 7 Agustus 2015 di kampus UI.

Sejumlah Perguruan Tinggi yang berpartisipasi diantaranya Universitas Indonesia yang juga selaku tuan rumah, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Tadulako, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya. Musabaqah yang di lombakan seperti Musabaqah Hifzil Quran untuk 1 juz, 5 juz dan 10 juz, Musabaqah Khaththil Quran, Musabaqah Tartil Quran, Debat pengetahuan Al Quran dalam bahasa Arab, bahasa Inggris, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah, Musabaqah Fahmil Quran.

Dalam sambutannya, Dr. Arman Nefi, SH., selaku ketua umum panitia pelaksana MTQMN XIV mengungkapkan harapannya agar MTQMN XIV yang di selenggarakan di UI ini menjadi yang terbesar dari sebelumnya.

"Alhamdulillah MTQMN kali ini berbeda dari sebelumnya karena pertama dari jumlah peserta lebih banyak dari sebelumnya, juga pada tahun ini, UI terpilih menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran. Semoga MTQMN ini menjadi MTQMN terbesar dari sebelum-sebelumnya", Ungkapnya.

Pembukaan acara ini selain dimeriahkan oleh tampilan pawai tiap peserta dari perguruan tinggi, juga disejukkan Pembukaan MTQMN XIV di awali dengan penampilan 3 orang terpilih untuk membawakan pembacaan Qira'at Sab'ah, diantaranya Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE., Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Said Agil Husein Al Munawir, MA., yang juga menjadi juri lomba kategori Qira'at Sab'ah pada MTQMN XIV.

Acara yang diselenggarakan pada sabtu malam ini juga dimeriahkan oleh bazar buku, kuliner dan fashion islami serta pameran 'Kemegahan Al Quran' yang bertempat di lantai dasar gedung  perpustakaan UI  sampai dengan pukul 10.00 malam.

Di penghujung acara pembukaan MTQMN XIV UI disemarakan oleh penampilan penampilan dari Mahasiswa Indonesia seperti penampilan tarian nusantara, Orchestra, dan paduan suara yang berjudul "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Garuda Pancasila" yang tidak hentinya memukau para hadirin.  (Hanny)

Selasa, 28 Juli 2015

Menatap Cahaya Kebenaran

Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran."

Senin, 27 Juli 2015

Penjual Ikan

Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"

"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dantinggallah tulisan "JUAL IKAN"

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?"

Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan mungil-mungil yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua...

Jadi utamakan suara hati anda... biarlah orang lain berpendapat..., tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka... apakah sesuai dengan kata hati anda?... jika tidak, maka tegaslah tuk mengatakan... "Tidak!... maaf." wallahu'alam (Nadiyya Nawaf)

Jumat, 24 Juli 2015

Sang Pemancing


Di suatu pulau yang terkenal keindahan pantainya, diadakan kompetisi memancing. Hadiah uang yang diperebutkan cukup menarik penduduk sekitar dan para wisatawan yang ada di sana. Hadiah itu diperuntukkan bagi peserta yang dapat menangkap ikan yang terbesar dan terbanyak sepanjang kompetisi itu berlangsung.

Adalah tiga pemuda yang bersahabat dan sedang berwisata di sana berminat mengikuti kompetisi. Segeralah mereka menyiapkan peralatan dan perbekalannya masing-masing.

Waktu berkompetisi tiba, ketiga pemuda itu memilih untuk berada dalam satu kapal karena persahabatan mereka. Pemuda pertama memilih berada di sisi kanan kapal, pemuda kedua di sisi kiri dan pemuda ketiga di buritan. Kapal dinakhodai oleh penduduk setempat yang mengetahui daerah-daerah yang banyak ikannya. Oleh nakhoda tersebut kapal diarahkan pada rute –rute yang menarik pemandangan alamnya.

Pemuda pertama begitu serius memancing hingga tak menyadari bahwa kapal baru saja melewati palung dan gunung laut yang indah, ikan-ikan terbang dan lumba-lumba yang berlompatan. Waktu terasa begitu lama sebelum strike pertama ia dapatkan. Strike berikutnya saling susul menyusul dan pada akhirnya banyak ikan yang ia dapatkan meski bukan yang terbesar.

Pemuda yang kedua sibuk mencari posisi duduk yang teraman karena tiap kapal terguncang oleh ombak yang besar maka airpun membasahi bajunya. Hingga di tengah perjalanan akhirnya iapun mendapatkan tempat teraman di belakang nakhoda namun umpan pancingnya hanya sekali disambar oleh ikan hingga waktu kompetisi berakhir.

Pemuda ketiga juga memasang pancingnya di buritan kapal. Namun saat kapal melewati palung dan gunung laut maka ia segera berfoto bersama beberapa kru kapal, begitu pula ketika lumba-lumba berlompatan di dekat kapal ia pun segera mendekati sisi kapal yang terdekat, hingga bajunya basah namun tidak ia hiraukan karena tenggelam dalam rasa kagum. Kadang umpan pancingnya disambar meski tak semua dapat diselesaikannya dengan baik. Pada akhir kompetisi ia mendapatkan beberapa ikan yang kemudian dibagi-bagikannya pada kru kapal seusai penimbangan.

Ketiga pemuda yang bersahabat akhirnya menyelesaikan kompetisi memancing. Pemuda pertama memenangkan kompetisi kategori pemancing yang mendapatkan ikan paling banyak dan merekapun kembali ke rumahnya masing-masing dengan membawa cerita dan kesan yang berbeda-beda.

*Hidup seperti ketiga pemancing itu, kadang kita memainkan hidup kita seperti pemancing pertama, kedua ataupun ketiga. Kitalah yang memilih hidup kita ingin seperti apa dan bagaimana. Namun apakah kita sudah bahagia? Bahagia seperti apa? Hanya hati dan kesadaran diri untuk memahami panggilanNya yang dapat menjawabnya (Nadiyya Nawaf)

Kamis, 23 Juli 2015

Pernyataan Sikap Komite Umat Untuk Tolikara

Konferensi Pers Komite Umar untuk Tolikara di Jakarta, Kamis (23/7) (HAN)
JAKARTA--Seluruh tokoh dan ormas serta elemen masyarakat yang tergabung dalam KOMAT (Komite Umat) untuk Tolikara menyelenggarakan konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7). Pada konferensi itu, Komat menyampaikan pernyataan sikapnya atas peristiwa pembakaran masjid dan kios - kios milik muslim di Tolikara, Papua. Pada hari raya iedul fitri 1 syawal 1436 Hijriyah atau bertepatan dengan 17 Juli 2015 lalu.

Berikut pernyataan sikap komite umat untuk tolikara :

  1.  Menolak pihak - pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga  - lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara.
  2.  Meminta semua elemen masyarakat secara bersama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui  BAZNAS dan LAZNAS yang dikoordinasikan oleh FOZ, agar pemulihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif
  3. Mendorong pihak keamanan memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari - hari, pasca insiden penyerangan shalat Iedul Fitri.
  4. Langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap aktor intelektual atau oknum - oknum yang terindikasikan melalui gerakan radikalisme, separatisme, dan terorisme, harus tetap dilakukan untuk mewujudkan keadilan.
  5. Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur - unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan asing yang tidak bertanggung jawab.
  6. Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di Kabupaten Tolikara.
  7. Mendukung Menteri Dalam Negeri untuk mencabut perda yang telah diakui oleh Bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan Undang - Undang dasar dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama, khususnya di Tolikara.
Jakarta, 23 Juli 2015/ 7 Syawal 1436 H

  1. KH Didin Hafidhuddin
  2. KH Hidayat Nur Wahid
  3. KH Bachtiar Nasir
  4. KH M Syafii Antonio
  5. KH Yusuf Mansyur
  6. KH M Arifin Ilham
  7. KH Abdul Wahid Alwi
  8. KH Syuhada Bahri
  9. Aries Mufti
  10. KH Muhammad Zaitun Rasmin
  11. KH Bobby Herwibowo
  12. KH Haikal Hasan
  13. Nur Effendi
  14. Ahmad Juwaini
  15. Fahmi Salim
  16. Ahmad Mukhlis Yusuf
  17. Moh Arifin Purwakananta
  18. Jeje Zaenudin
  19. Musthofa B. Nahrawardaya
  20. Adnin Armas
  21. Irfan Syauqi Beik
  22. Bidin Bachrul Ulumuddin
  23. K.H Wafiudin
  24. Aat Surya Safaat

_______________Welcome______________

Stay Tune With Us ... Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog Al Hikmah Radio Streaming | | simak program kami : Inspirasi Pagi (pkl.07.00 - 09.00) Tokoh Inspiratif (pkl.11.00) Nasyid By Request (pkl.13.00) Diskusi Mahasiswa (Rabu, pkl.21.00) Ruang Muslimah (Jum'at, pkl.11.30) Kajian Hadits Arba'in (Kamis, pkl.10.00) Konsultasi Syari'ah(Disela program) | | Alhikmah Radio_Suara Al Quran Penyejuk Kehidupan |Mari berdonasi, Kirimkan donasi anda untuk Alhikmah Radio ke Bank Mandiri Syariah (BSM) di no. rekening 7000434595 a.n Slamet | Donasi yang anda kirimkan semoga menjadi amal jariyah yang tidak tergantikan - Jazakumullahu khairon

Search

 

______________________

_______________________

Adress

Jl. Bangka 3A, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Indonesia

_______________________

_______________________

List Relation

_______________________

Home | Contact Us | About Us | Proudly Powered by Blogger | Copyright © 2011 Alhikmah Radio Jakarta