[Masukkan kode Shoutmix/Cbox teman-teman di sini]
Selengkapnya di: Anggasona | Tutorial Blog | Tips SEO | Hotnews: Cara Membuat Buku Tamu Tersembunyi Untuk Shoutmix dan Cbox di Blog http://anggasona-anotherbestblog.blogspot.com/2010/07/cara-membuat-buku-tamu-tersembunyi.html#ixzz3Bg7zhTuu

Untaian Hikmah

Jika kau lihat jiwamu bermalas - malasan terhadap ketaatan. Khawatirilah, jangan - jangan Allah tak lagi menyukai ketaatanmu. (Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)

Gaza Under Attack

Pray For Gaza | Free Palestine

Minggu, 20 Desember 2015

Memperingati Hari Bahasa Arab se Dunia, Mahasiswa Gelar Pawai Bersama Masyarakat

Peringatan Hari Bahasa Arab se- Dunia, Minggu (20/12)

Jakarta, Ikatan Mahasiswa Studi Arab Se Indonesia (IMASASI) menggelar acara peringatan Hari Bahasa Arab Se-Dunia pada tanggal 18 Desember 2015 bersama segmen entegral dari elemen lembaga kemahasiswaan studi arab dalam Car Free Day di bundaran HI, Minggu (20/12).
 
Acara yang bertemakan "Bahasa Arab Membumi ditanah Airku" ini dimulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB. Event tahunan ini diawali long march dengan titik awal halte Bank Indonesia sampai Bundaran HI.

Dalam wawancaranya dengan crew AR, Futuhi selaku ketua IMASASI menyampaikan kepada  masyarakat untuk mencintai bahasa Arab.

"Karna kita sebagai umat muslim yang terbanyak di Indonesia, mari kita cintai bahasa Arab jangan sampai kita mendiskrimasikan bahasa arab dengan bahasa lain" ungkapnya

IMASASI juga menampilkan aksi teatrikal tentang perjuangan rakyat palestina dan bencana nasional kabut asap di Riau. Aksi tersebut sebagai simbol rasa simpati terhadap konflik yang terjadi di Palestina dan permasalahan asap di Riau.

Aksi ini diikuti oleh masyarakat dan puluhan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai kampus anggota IMASASI seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negri Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Islam Jakarta dan beberapa lembaga pendidikan tinggi lain seperti Sekolah Tinggi Ilmu Usuluddin Al Hikmah, Ma'had Aly An Nuaimy dan PTDIO muhammad Natsir. 

Tidak hanya itu, Peringatan Hari Bahasa Arab ini juga dimeriahkan dengan musik akustik, lomba photobooth, tandatangan petisi, juga stand souvenir.

Acara ditutup pukul 10.30 dengan kembali melakukan aksi pawai disekitar bundaran HI. Zahra, peserta aksi ini mengungkapkan IMASASI sebagai organisasi ekstra kampus yang consern terhadap bahasa arab akan selalu memperingati hari bahasa Arab se dunia setiap tahunnya.
"IMASASI akan selalu mengadakan peringatan ini (hari bahasa Arab-red) setiap tahun" pungkasnya. 
 (Hanny, Hasna)

Minggu, 13 Desember 2015

Raker Alhikmah Radio 2015, Pertemukan Tren dan Idealisme


JAKARTA - Alhikmah Radio (AR) menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2015 di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirosat Islamiyah (STID DI) Al-Hikmah Jakarta. Raker yang dilaksanakan Ahad, (13/12) pukul 09.30 sampai dengan 14.00 WIB ini dihadiri oleh 16 kru AR dari beragam divisi.
Gilang selaku pimpinan AR menyatakan, Raker ini perlu dilakukan untuk mengimbangi perkembangan tren yang ada di masyarakat. "Sebagai media penyiaran sosial dakwah, AR perlu menyesuaikan dengan tren yang ada", ungkap pria yang juga ketua KAMMI Komisariat Mabda' 2015-2016 ini.
Dengan demikian, Ia berharap AR dapat diterima di semua kalangan, memudahkan bagi yang ingin memperdalam pemahaman islam, serta bisa mengenalkan Alqur'an dengan lebih luas di masyarakat sebagaimana tagline yang diusung. "Kita ingin membantu pendengar memahami persoalan syariah", tuturnya.
Menurutnya, semua media di bidang yang sama semestinya menyesuaikan dengan tren. "Karena jika tidak begitu, saya rasa sulit untuk diterima di khalayak umum, tapi tentu tidak menafikan idealisme AR sebagai radio Islam", pungkasnya. (Sari Azmita)

Sabtu, 01 Agustus 2015

Nurin Oktaviani : Saya ingin membuat STID - DI Al Hikmah bangga

Jakarta, 01 Augustus 2015

Pagelaran MTQMN XIV 2015 telah resmi dibuka. 168 perguruan tinggi negeri dan swasta siap untuk bersaing dan ikut andil dalam menyemarakan perlombaan tingkat nasional ini. Nurin Oktaviani, salah satu peserta dari perguruan tinggi swasta di jakarta  mengungkapkan bahwa dirinya ingin sekali memberikan yang terbaik dan membuat kampus tercintanya bangga.

" Iya, saya sih berharap semoga bisa juara pertama, pengen banget bisa memberikan yang terbaik pada kampus. Karna saya bisa di tempat musabaqah ini  juga karna dari mereka semua, para dosen dan pimpinan kampus. Jadi ya pengen aja membanggakan kampus, juga orang - orang yang saya cintai pastinya" , Ujar mahasiswi STID DI Alhikmah ini sambil tersenyum bahagia.

Ketika di temui oleh AR Crew di Asrama putri, Muslimah kelahiran Bima, NTB ini berjanji akan mempersembahkan yang terbaik karena telah dipercaya untuk mewakili almamaternya dalam musabaqah kali ini.

Walaupun akan bersaing dengan seribu peserta yang hadir di acara MTQMN XIV, Nurin tetap merasa nyaman dan santai, karena baginya yang terpenting adalah tetap berusaha.

"Di bawa santai aja, yang terpenting tetap berusaha". Ungkapnya seusai sholat dzuhur ketika ditanya oleh Crew AR tentang perasaannya menghadapi musabaqah ini.

Mahasiswi semester akhir ini juga berharap  STID Al hikmah bisa mengikutsertakan mahasiswa lebih banyak lagi di  MTQMN berikutnya yang di adakan setiap dua tahun sekali. Menurutnya ini merupakan kesempatan yang sangat bagus untuk diikuti.

"Kedepannya semoga STID DI Al Hikmah bisa mengirimkan lebih banyak lagi mahasiswanya karena sayang aja kalo kesempatan bagus ini gak di ambil, karna tidak hanya untuk menguji kemampuan aja, tapi juga bisa menambah semangat kita juga untuk lebih dekat lagi dengan AlQuran" pungkasnya.  (Hanny)

Dihadiri Ribuan Mahasiswa Se Indonesia, MTQMN XIV Resmi Dibuka

Pembukaan MTQMN XIV UI 2015, Sabtu (1/8) malam.
 Sabtu (1/8), Tabligh Akbar  MTQMN (Musabaqah Tilawah Qur'an Mahasiswa Nasional)  XIV resmi dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. selaku Rektor UI di Gedung Balairung UI, Depok.

Sebanyak 1.863 mahasiswa dari 167 perguruan tinggi di Indonesia ikut berpartisipasi dalam pembukaan MTQMN XIV. Tiap perwakilan dari perguruan tinggi se Indonesia menaiki panggung utama, untuk mengawali rangkaian acara MTQMN XIV yang akan berlangsung pada 1 - 7 Agustus 2015 di kampus UI.

Sejumlah Perguruan Tinggi yang berpartisipasi diantaranya Universitas Indonesia yang juga selaku tuan rumah, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Tadulako, Universitas Bina Nusantara, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, dan ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya. Musabaqah yang di lombakan seperti Musabaqah Hifzil Quran untuk 1 juz, 5 juz dan 10 juz, Musabaqah Khaththil Quran, Musabaqah Tartil Quran, Debat pengetahuan Al Quran dalam bahasa Arab, bahasa Inggris, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah, Musabaqah Fahmil Quran.

Dalam sambutannya, Dr. Arman Nefi, SH., selaku ketua umum panitia pelaksana MTQMN XIV mengungkapkan harapannya agar MTQMN XIV yang di selenggarakan di UI ini menjadi yang terbesar dari sebelumnya.

"Alhamdulillah MTQMN kali ini berbeda dari sebelumnya karena pertama dari jumlah peserta lebih banyak dari sebelumnya, juga pada tahun ini, UI terpilih menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran. Semoga MTQMN ini menjadi MTQMN terbesar dari sebelum-sebelumnya", Ungkapnya.

Pembukaan acara ini selain dimeriahkan oleh tampilan pawai tiap peserta dari perguruan tinggi, juga disejukkan Pembukaan MTQMN XIV di awali dengan penampilan 3 orang terpilih untuk membawakan pembacaan Qira'at Sab'ah, diantaranya Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE., Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Said Agil Husein Al Munawir, MA., yang juga menjadi juri lomba kategori Qira'at Sab'ah pada MTQMN XIV.

Acara yang diselenggarakan pada sabtu malam ini juga dimeriahkan oleh bazar buku, kuliner dan fashion islami serta pameran 'Kemegahan Al Quran' yang bertempat di lantai dasar gedung  perpustakaan UI  sampai dengan pukul 10.00 malam.

Di penghujung acara pembukaan MTQMN XIV UI disemarakan oleh penampilan penampilan dari Mahasiswa Indonesia seperti penampilan tarian nusantara, Orchestra, dan paduan suara yang berjudul "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Garuda Pancasila" yang tidak hentinya memukau para hadirin.  (Hanny)

Selasa, 28 Juli 2015

Menatap Cahaya Kebenaran

Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran."

Senin, 27 Juli 2015

Penjual Ikan

Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar"

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"

"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.

"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata "SEGAR" dantinggallah tulisan "JUAL IKAN"

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"

Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggalah tulisan "IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau kalau ini Ikan bukan Daging?"

Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.

Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan mungil-mungil yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua...

Jadi utamakan suara hati anda... biarlah orang lain berpendapat..., tapi saringlah, cerna kembali pendapat mereka... apakah sesuai dengan kata hati anda?... jika tidak, maka tegaslah tuk mengatakan... "Tidak!... maaf." wallahu'alam (Nadiyya Nawaf)

Jumat, 24 Juli 2015

Sang Pemancing


Di suatu pulau yang terkenal keindahan pantainya, diadakan kompetisi memancing. Hadiah uang yang diperebutkan cukup menarik penduduk sekitar dan para wisatawan yang ada di sana. Hadiah itu diperuntukkan bagi peserta yang dapat menangkap ikan yang terbesar dan terbanyak sepanjang kompetisi itu berlangsung.

Adalah tiga pemuda yang bersahabat dan sedang berwisata di sana berminat mengikuti kompetisi. Segeralah mereka menyiapkan peralatan dan perbekalannya masing-masing.

Waktu berkompetisi tiba, ketiga pemuda itu memilih untuk berada dalam satu kapal karena persahabatan mereka. Pemuda pertama memilih berada di sisi kanan kapal, pemuda kedua di sisi kiri dan pemuda ketiga di buritan. Kapal dinakhodai oleh penduduk setempat yang mengetahui daerah-daerah yang banyak ikannya. Oleh nakhoda tersebut kapal diarahkan pada rute –rute yang menarik pemandangan alamnya.

Pemuda pertama begitu serius memancing hingga tak menyadari bahwa kapal baru saja melewati palung dan gunung laut yang indah, ikan-ikan terbang dan lumba-lumba yang berlompatan. Waktu terasa begitu lama sebelum strike pertama ia dapatkan. Strike berikutnya saling susul menyusul dan pada akhirnya banyak ikan yang ia dapatkan meski bukan yang terbesar.

Pemuda yang kedua sibuk mencari posisi duduk yang teraman karena tiap kapal terguncang oleh ombak yang besar maka airpun membasahi bajunya. Hingga di tengah perjalanan akhirnya iapun mendapatkan tempat teraman di belakang nakhoda namun umpan pancingnya hanya sekali disambar oleh ikan hingga waktu kompetisi berakhir.

Pemuda ketiga juga memasang pancingnya di buritan kapal. Namun saat kapal melewati palung dan gunung laut maka ia segera berfoto bersama beberapa kru kapal, begitu pula ketika lumba-lumba berlompatan di dekat kapal ia pun segera mendekati sisi kapal yang terdekat, hingga bajunya basah namun tidak ia hiraukan karena tenggelam dalam rasa kagum. Kadang umpan pancingnya disambar meski tak semua dapat diselesaikannya dengan baik. Pada akhir kompetisi ia mendapatkan beberapa ikan yang kemudian dibagi-bagikannya pada kru kapal seusai penimbangan.

Ketiga pemuda yang bersahabat akhirnya menyelesaikan kompetisi memancing. Pemuda pertama memenangkan kompetisi kategori pemancing yang mendapatkan ikan paling banyak dan merekapun kembali ke rumahnya masing-masing dengan membawa cerita dan kesan yang berbeda-beda.

*Hidup seperti ketiga pemancing itu, kadang kita memainkan hidup kita seperti pemancing pertama, kedua ataupun ketiga. Kitalah yang memilih hidup kita ingin seperti apa dan bagaimana. Namun apakah kita sudah bahagia? Bahagia seperti apa? Hanya hati dan kesadaran diri untuk memahami panggilanNya yang dapat menjawabnya (Nadiyya Nawaf)

Kamis, 23 Juli 2015

Pernyataan Sikap Komite Umat Untuk Tolikara

Konferensi Pers Komite Umar untuk Tolikara di Jakarta, Kamis (23/7) (HAN)
JAKARTA--Seluruh tokoh dan ormas serta elemen masyarakat yang tergabung dalam KOMAT (Komite Umat) untuk Tolikara menyelenggarakan konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/7). Pada konferensi itu, Komat menyampaikan pernyataan sikapnya atas peristiwa pembakaran masjid dan kios - kios milik muslim di Tolikara, Papua. Pada hari raya iedul fitri 1 syawal 1436 Hijriyah atau bertepatan dengan 17 Juli 2015 lalu.

Berikut pernyataan sikap komite umat untuk tolikara :

  1.  Menolak pihak - pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga  - lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara.
  2.  Meminta semua elemen masyarakat secara bersama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui  BAZNAS dan LAZNAS yang dikoordinasikan oleh FOZ, agar pemulihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif
  3. Mendorong pihak keamanan memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari - hari, pasca insiden penyerangan shalat Iedul Fitri.
  4. Langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap aktor intelektual atau oknum - oknum yang terindikasikan melalui gerakan radikalisme, separatisme, dan terorisme, harus tetap dilakukan untuk mewujudkan keadilan.
  5. Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur - unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan asing yang tidak bertanggung jawab.
  6. Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di Kabupaten Tolikara.
  7. Mendukung Menteri Dalam Negeri untuk mencabut perda yang telah diakui oleh Bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan Undang - Undang dasar dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama, khususnya di Tolikara.
Jakarta, 23 Juli 2015/ 7 Syawal 1436 H

  1. KH Didin Hafidhuddin
  2. KH Hidayat Nur Wahid
  3. KH Bachtiar Nasir
  4. KH M Syafii Antonio
  5. KH Yusuf Mansyur
  6. KH M Arifin Ilham
  7. KH Abdul Wahid Alwi
  8. KH Syuhada Bahri
  9. Aries Mufti
  10. KH Muhammad Zaitun Rasmin
  11. KH Bobby Herwibowo
  12. KH Haikal Hasan
  13. Nur Effendi
  14. Ahmad Juwaini
  15. Fahmi Salim
  16. Ahmad Mukhlis Yusuf
  17. Moh Arifin Purwakananta
  18. Jeje Zaenudin
  19. Musthofa B. Nahrawardaya
  20. Adnin Armas
  21. Irfan Syauqi Beik
  22. Bidin Bachrul Ulumuddin
  23. K.H Wafiudin
  24. Aat Surya Safaat

Tanah Warisan

Tanah Warisan
Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. 

Pada suatu kala, seorang pria sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada orang tua yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.
Pria itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan mau memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada orang tua tersebut, “Hai, pak tua. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya jalan yang benar?”
Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama. Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.
Beberapa saat kemudian, pria yang tadi kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati pak tua itu dan berkata, “Hai, pak tua. Tadi saya tanya arah ke tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang di mana jalan menuju harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”
Orang tua itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua. Pria itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.
Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga celananya penuh dengan sobekan dan kakinya luka seperti tergores sesuatu.
Kali ini ia mendekati pria tua itu dengan ekspresi wajah yang kesal.Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, pak tua! Tadi saya menanyakan arah menuju tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”
Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Anda sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Anda akan tahu akibatnya.”
Pria tua itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.
“Apakah Anda yakin dan tidak berbohong?” tanya pria itu.
Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.
Pria itu pun segera pergi meninggalkan pria tua tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, pak tua! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan cari mati.”
Pria tua itu akhirnya buka mulut, berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”
Begitu mendegar penjelasan dari pria tua itu, ia menundukkan kepala. Ia mundur, membatalkan perjalanannya dan kembali pulang.
Sahabat, Saya yakin semua orang dengan semangat akan menjawab “Ya” saat ditanya apakah mereka ingin meraih kesuksesan. Namun sebagian besar tidak berani menjawab saat ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan yang sering terjadi adalah banyak sekali orang yang tidak bersedia menempuh jalan kesuksesan yang terlihat sangat berat. Mereka hanya ingin langsung sampai di garis finis, tapi tidak pernah mau melangkahkan kakinya untuk mencapai garis finis tersebut.
Salah satu tantangan berat yang harus Anda hadapi saat berjuang meraih kesuksesan adalah mendorong diri Anda untuk maju meskipun jalan yang sedang Anda tempuh sangat berat, berliku, dan penuh rintangan. Tantangan inilah yang seringkali membuat nyali seseorang menjadi ciut. Tantangan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak orang tidak berani membayar harga dari sebuah kesuksesan. Mereka tidak siap untuk membayar dan lebih memilih melupakan kesuksesan yang ingin mereka raih.
Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. Sebaliknya orang gagal lebih memilih untuk menyerah. Dan yang lebih menyedihkan, mereka bahkan tidak berani mencoba saat melihat betapa beratnya perjalanan yang harus dilalui. Mental mereka sudah dikalahkan jauh sebelum mereka memulai.
Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. Ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Anda boleh menyalahkan rintangan yang kelihatannya selalu menghadang Anda. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara menumpahkan kekesalan Anda
‪#‎kumpulan‬ kisah motivasi

Selasa, 12 Mei 2015

Fun Public Speaking "Melejitkan Kemampuan Bicara Anda"



Fun Public Speaking



Assalamu'alaikum


Malu saat berada di depan?
Gemetar saat berbicara?


Tidak usah khawatir! 


Dengan harga murah, cepat, mudah dan asyik Anda akan menguasainya! 


Komunitas Public Speaking STID DI Al-Hikmah
mempersembahkan : 


FUN Public Speaking 


"MELEJITKAN KEMAMPUAN BICARA ANDA" 
(Benar, Lancar, Terstruktur, Bermakna, Berdaya, Bergaya)


Bersama:
๐Ÿ‘ค AMIN FUNTASTIK
Pakar dibidangnya..
BISA Learning Center
Penebar Virus Funtastik
Sekolah Motivator Muslimah
Pakar Public Speaking School
Trainer -Motivator
 Dimeriahkan oleh seluruh anggota Komunitas Public Speaking Al-Hikmah


 Dan dimeriahkan oleh Grup "Sehati Nasyid"


Catat waktunya yaa
๐Ÿ“†Sabtu, 16 Mei 2015
⏰07:30 - 15:00 wib
Aula Kampus STID DI Al-Hikmah
Jl. Bangka III A no 25 Pela Mampang, Jakarta Selatan


Dapet apa aja sih disini??
1. In syaa Allah Ilmu yang bermanfaat,
2. Souvenir,
3. Snack, 
4. Makan siang, 
5. Banyak doorprize juga looooh Buat 5 pendatang pertama dll., 
6. Konsultasi gratis, 
7. Sertifikat


Wah mantapkan...
Hanya dengan..

HTM : 
Rp. 20.000 (Al-Hikmah)
Rp. 25.000 (Umum)
Rp. 35.000 (paket, 2 orang)

Ga rugi deh..yakin..
*Nah..khusus bagi kamu yang dapat mengajak 10 orang temannya, gratis HTM loooh


SERU&BERMAKNA


Format pendaftaran : 
Nama_Instansi_No.HP
Kirim ke :
0819 0599 0843 (Zahroh) 


Ayooo buruan daftar,,,
peserta terbatas lhoo๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


 Karena...
"Kita adalah da'i sebelum menjadi apapun" (Hasan Al-Banna) 


Supported by :


STID DI Al-Hikmah
BEM STID DI Al-Hikmah


Media Partner :
Alhikmah TV
Alhikmah Radio

Seminar Pra Nikah


Seminar PraNikah


"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir" (QS. Ar-Rum 21)



Seringkali banyak keluarga yang tidak harmonis karena kurang nya rasa cinta dan kasih sayang terhadap pasangan, maka dari itu untuk mempersiapkan pernikahan yang matang agar tercipta keluarga yang harmonis, Kali ini

Departemen Pemberdayaan Perempuan BEM STID DI Al-Hikmah
mempersembahkan :

~Seminar PraNikah~

"HARUSKAH DIMULAI DENGAN CINTA...???"


Bersama :
~Ust. Zulfikarullah
Dan
~ Usth. Zirlyfera

Catat waktu nya yaa
๐Ÿ“†Minggu, 17 Mei 2015
⏰08:00 - 12:00 wib
Aula Kampus STIDDI Al-Hikmah

Dapet apa aja sih disini :
1. In syaa Allah Ilmu yang bermanfaat,
2. Snack,
3. Banyak doorprize juga lhooo.

๐Ÿ’ฅBagi 50 pendatang pertama mendapatkan souvenir๐Ÿ’ฅ

HTM : 
Rp. 25.000
Rp. 30.000 (OTS)

*khusus bagi kamu yang dapat mengajak 5 orang temannya, gratis HTM loooh

Format pendaftaran : 
Nama_Instansi_No.HP
Kirim ke :
0896 9619 0976 (akhwat)
0877 7636 3870 (ikhwan)

Ayooo buruan daftar, seat terbatas lhoo๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Sponsor by :
ACT
KPS Al-Hikmah

Media Partner :
Alhikmah TV
Alhikmah Radio

Ujian Keimanan


Ilustrasi

ูƒُู„ُّ ู†َูْุณٍ ุฐَุงุฆِู‚َุฉُ ุงู„ْู…َูˆْุชِ ۗ ูˆَู†َุจْู„ُูˆูƒُู… ุจِุงู„ุดَّุฑِّ ูˆَุงู„ْุฎَูŠْุฑِ ูِุชْู†َุฉً ۖ ูˆَุฅِู„َูŠْู†َุง ุชُุฑْุฌَุนُูˆู†َ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)


Allah yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Allah mengetahui segala kebutuhan hamba - Nya baik yang dzahir maupun batin. Karena kekuasaan Allah yang begitu luas kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan seperti apa yang akan kita alami di masa yang akan datang.

Dalam situasi seperti itulah, kita diharuskan selalu mengambil pelajaran , hikmah yang hendaknya akan mengantarkan kita kepada ketaqwaan kepada Allah. Dalam kehidupan manusia, sebagai seorang hamba yang di ciptakan untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. maka perlu adanya sebuah kesungguhan yang kuat tertanam dalam hati, kemantapan hati inilah yang akan mengantarkan kita kepada taqwa.

Namun, hal ini tidak semudah kita mengatakan bahwa kita sudah beriman, sebelum kita di uji oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. selalu ada ujian untuk orang - orang terpilih sebagai manusia. selalu ada ujian untuk menjadi tes terhadap kadar keimanan kita. Ujian hidup yang kita terima akan mengantarkan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala jika kita bersungguh - sungguh dan kuat menghadapinya, dan akan menjadi terjauh dari Allah jika menyerah dan berlepas dari kasih sayang - Nya.

Semua orang akan di uji, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran yang mulia :

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? (Al 'Ankabut :2 )

Maka pengakuan keimanan bukan lagi sekedar ucapan belaka, namun ia harus menjadi bentuk aplikatif dalam sebuah penyelesaian ujian ini. Dalam ujian yan di berikan oleh Allah kepapda manusia. Allah akan menguji bukan hanya dengan suatu keburukan saja, namun Allah akan menguji dengan suatu kebaikan dan kenyamanan yang kita nikmati. memang tidak selamanya ujian itu adalah hal - hal yang tidak kita sukai, namun bisa jadi ujian itu adalah sesuatu yang kita cintai. 


“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiyaa: 35)

 Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Maksud ayat tersebut ialah Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, halal dan haram, ketaatan dan maksiat, petunjuk dan kesesatan. Lantas begitulah Allah menguji orang - orang yang mengaku beriman. Semua itu akan Allah berikan kepada hamba - hamba Nya sebagai suatu uji keimanan. Allah ingin kita menunjukan seberapa kuat dan tinggi kadar keimanan kita.

Mungkin, melewati ujian keburukan bagi seorang mukmin adalah mudah. karena dengan keburukan yang ada sudah jelas untuk dihindari. Namun untuk menghindari atau melewati ujian kesenangan atau hal - hal yang dicintai adalah ujian yang berat dan harus memiliki keteguhan hati, kemantapan azzam dan ketulusan untuk mengikuti Allah dan Rosul - Nya.

Nampaknya memang kita harus senantiasa mengingat Allah, agar dimudahkan dalam menjalaninya. melewatinya hanya karena Allah dan menerimanya karena Allah.


*Di kutip dari Halaqoh pekanan Alhikmah Radio


_______________Welcome______________

Stay Tune With Us ... Terima Kasih Telah Berkunjung Di Blog Al Hikmah Radio Streaming | | simak program kami : Inspirasi Pagi (pkl.07.00 - 09.00) Tokoh Inspiratif (pkl.11.00) Nasyid By Request (pkl.13.00) Diskusi Mahasiswa (Rabu, pkl.21.00) Ruang Muslimah (Jum'at, pkl.11.30) Kajian Hadits Arba'in (Kamis, pkl.10.00) Konsultasi Syari'ah(Disela program) | | Alhikmah Radio_Suara Al Quran Penyejuk Kehidupan |Mari berdonasi, Kirimkan donasi anda untuk Alhikmah Radio ke Bank Mandiri Syariah (BSM) di no. rekening 7000434595 a.n Slamet | Donasi yang anda kirimkan semoga menjadi amal jariyah yang tidak tergantikan - Jazakumullahu khairon

Search

 

______________________

_______________________

Adress

Jl. Bangka 3A, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan Indonesia

_______________________

_______________________

List Relation

_______________________

Home | Contact Us | About Us | Proudly Powered by Blogger | Copyright © 2011 Alhikmah Radio Jakarta